Yeah saya dan hujan...
Ada apa dengan saya dan hujan??
karena KATANYA di teliti hujan itu "bisa membawa kita pada kenangan/memori/ingatan ingatan/kenangan dimasa lalu" mau yang indah, mau yang sakit, mau yang sepet, pokoknya hujan membawa berkah dah (loh?).
nah tadi barusan di tempat saya tinggal hujan, aww aww aww dan saya senang sekalee. tiba-tiba ada sesosok mahluk aneh yang bermain-main di tengah derasnya hujan, saya ga mau ketinggalan. saya ambil kamera pocket saya dan saya abadikan moment itu...
ini hanya sebagian moment kecil yang saya ambil..
(*klik gambarnya jika ingin memperbesar)
wuiiiiihh seger banget ya keliatannya, tapi aslinya sumpah dingin, saya terus menjepret ini mahluk bocah. tapi, kayanya saya agak de javu sama wajah bocah ini...
yaudahlah, mungkin itu hanya kebetulan saja..
*UPDATED
TERNYATA BOCAH INI SODARA SAYA, WKWKKWKWKKWKWKWKK
Minggu, 02 Januari 2011
Sabtu, 01 Januari 2011
ungkapan si selir hati..
Apa yang lo rasain kalo lo suka sama seseorang tapi orang itu ga suka sama lo. sakit? Atau biasa aja?
Ya jawabannya pasti sakitlah. pastinya ga sekedar suka yang muncul, dari rasa suka itu pasti udah timbul rasa sayang dan cinta, dan pastinya lebih sakti lagi jika orang itu GA SUKA, GA CINTA DAN GA SAYANG! Behh sakitnya dobel..
Maaf ya kalo tulisannya kali ini cinta-cintaan, soalnya memang itu yang sedang berlangsung dan itu yang gue alamin saat ini. jadi gini, gue punya seorang pacar (sekarang mantan) gue bener-bener sayang dia dan cinta dia, tapi semuanya itu ga terbalas. Gimana rasanya? Ya sama kaya yang di atas, YA SAKIT!
Jujur, gue bener-bener sayang sama dia, tapi mau di kata apa kalo semua itu ga cocok, ya kita ga cocok, dan mungkin ga akan cocok. Gue disini tepatnya cuma jadi SELIR HATI, selir yang selalu menemani dia, bukan seorang pacar. Kita selalu berantem terus tiap saat, dan ga ada abisnya, karena apa itu? Karna kurang adanya KOMUNIKASI, ya kita bener-bener kurang komunikasi. dia sibuk dengan kerjaanya, dan gue sibuk dengan tugas kuliah gue yang kaya bangke!!
Sekarang kita udah putus, hati kita udah jauh, tapi kenapa gue masih bener-bener membutuhkanya? Ternyata ga hanya gue, dia pun gitu, dia bilang sama gue "jujur , aku ga bisa jauh dari kamu” apa itu bener? Kata-kata dia membuat gue jadi kepedean dan makin berharap (walaupun ga akan mungkin dia balik) tapi jujur gue seneng banget dia ngomong gitu.
Mau gimanapun caranya dia ga akan balik kepelukan gue, karena apa? Karena ada seorang cowok yang dia harapkan selama ini, dulu mereka pernah menjalin kasih, bahkan pas sama gue dia masih berharap (menurut gue) sekarang mereka makin deket, dan bahkan sering ngabisin waktu bersama..
Sedangkan gue disini duduk dan memperhatikan semua, gue hanya bisa ngeliat dan mendengar berita dari sana dan sini dari berbagai sumber tentang mereka berdua, ya semoga mereka bahagia..
Amin….
Amin….
Kamis, 16 Desember 2010
Apa menurut mu hidup ini indah?
Jika ga ada satupun orang yang sejalan dan tidak mengerti..
ketika hati dan pikiran tidak sejalan dan tidak menyatu..
tapi bagiku tetap indah, karena aku bernyanyi dengan gitar kesayangan..
walau suaraku kacau, tapi nada ini benar-benar dari hati..
dan bagiku masih indah..
masih ada sunset..
sunrice..
ray of light..
alunan musik..
bayangan..
masih banyak lagi...
dan semua masih indah, karena aku bisa melamun saat hujan..
ya hidup ini indah...
Minggu, 12 Desember 2010
selir hati
terserah padamu..
kau sesuka hati datang dan pergi..
mengetuk hati ku saat kau butuh hati ini..
meninggalkannya saat kau tenggelam di duniamu..
aku rindu..
amat rindu disaat aku menjadi selir hati..
karena disaat itulah aku merasa,
hati mu memang untukku..
kau beri sedihmu,
dan aku membuka semuanya..
saat kau menatap,
saat ku membutuhkan aku setiap saat..
walaupun saat itu aku hanya menjadi selir hati..
tapi hati ku berlonjak,
berlonjak senang..
gembira dan kegirangan..
tolonglah aku..
tolong jaga hati ini..
jangan kau sakiti dengan kata-kata,
dan sikapmu itu..
pekalah..
peka bahwa aku mencintaimu..
aku lelah bila terus begini..
sandarkanlah hatiku disampingmu..
Kamis, 09 Desember 2010
Surat Kartika buat Bapaknya
Ada begitu banyak kisah seorang anak yang tumbuh tanpa belai kasih sang ayah. Dari yang banyak itu, Anda tentu setuju jika nama yang satu ini terbilang spesial. Karena apa? Karena ini menyangkut satu nama yang tidak biasa: Kartika Sukarno atau yang biasa disapa Karina.
Sebuah kisah spesial karena menyangkut seseorang yang juga spesial. Putri tunggal Bung Karno dari Ratna Sari Dewi itu, memang besar tanpa belai kasih sang ayah. Sepanjang hidupnya, sejarah hanya merekam satu kali momentum Bung Karno menimang Kartika saat bayi. Pada saat itu, kesadaran Bung Karno masih penuh. Sebaliknya, memori Kartika jauh dari cukup untuk mengenang peristiwa itu.
Perjumpaan berikutnya tidak dalam suasana yang lebih baik. Kartika masih balita, sedangkan Bung Karno sedang dalam keadaan sekarat, menjelang ajal menjemput. Singkatnya, nyaris tak pernah terjadi dialog antara Bung Karno dan Kartika dalam keadaan keduanya mengerti dan memahami. Interaksi keduanya, murni antara dua hati. Antara sang ayah dan bocah. Bocah cilik yang dalam tubuhnya mengalir kental darah Bung Karno.
Ikatan batin dan pertalian darah itu pula yang merekatkan keduanya. Bung Karno memang telah wafat, tetapi darahnya mengalir di sekujur tubuh Kartika. Sebaliknya, Kartika memang tidak dibesarkan Bung Karno, tetapi batinnya telah terikat lekat dengan sosok almarhum Putra Sang Fajar.
Syahdan, ketika Bung Karno telah wafat dan jazadnya disemayamkan di Wisma Yaso, yang tak lain adalah rumah Ratna Sari Dewi sang ibunda, samar-samar ia teringat suasana duka yang menyelimuti suasana. Sekalipun begitu, makna duka masih begitu sulit dicerna. Namun jika mengilas balik ke suasana 21 Juni 1970, hari berpulangnya Sang Proklamator, tergambar suasana betapa sang ibu yang tengah bergelut dengan kesedihan. Ratna Sari Dewi menggandeng, menggendong, dan membawa Kartika kian-kemari.
Setahun, dua tahun, tiga tahun… berlalu, dan Ratna Sari Dewi tetap rutin berziarah ke makam mendiang suaminya di Blitar. Dalam kesempatan itu, Ibu Wardoyo, kakak Bung Karno senantiasa menemani. Tampak pula sejumlah kerabat lain ikut berziarah.
Bagaimana Kartika? Tidak pernah ketinggalan. Ibundanya selalu mengajak Kartika berziarah ke pusara ayahanda. Nah, dari ritual ziarah itulah terekam sebuah peristiwa menarik. Terjadi siang hari, saat Kartika bersama ibunda, bude Wardoyo dan sejumlah kerabat berziarah. Seperti biasa, mereka menabur kembang setaman, kemudian bersimpuh mengelilingi makam, khusuk melayangkan doa bagi almarhum Bung Karno. Kartika tampak mengikuti semua ritual dengan khidmat.
Tatkala acara ziarah kubur usai, rombongan kecil itu pun bersiap hendak meninggalkan komplek makam Bung Karno. Satu per satu mundur. Ratna Sari Dewi membimbing tangan putri semata wayang, beranjak dari nisan di hadapannya. Kartika berdiri, mengiringi langkah ibunda. Sesekali, kepalanya menoleh ke arah nisan.
Seperti sengaja menunggu sampai semua rombongan kecil keluarga meninggalkan makam, Kartika terus melangkah. Dan ketika tak satu pun orang di sekeliling makam Bapaknya, lembut Kartika melepas tangan ibunda, berbalik badan dan berlari kecil menuju nisan. Apa yang dilakukannya? Ia mengeluarkan secarik kertas dari kantong, bersimpuh di depan pusara, lalu menyelipkan kertas itu di bawah batu nisan ayahanda.
Rupanya, Kartika telah menyiapkan sepucuk surat yang akan ia sampaikan langsung saat berziarah. Itulah curahan hati Kartika buat sang ayah. Itulah bahasa cinta Kartika buat bapaknya. Itulah wujud hormatnya buat sang rama. Pertanyaan yang mengendap hingga hari ini adalah… “Apa yang ditulis Kartika dalam surat itu?”
Tak berjawab, kecuali sebaris harap, semoga Kartika membaca tulisan ini, dan berkenan membagi personal story-nya dengan Bung Karno. (roso daras)
Selasa, 30 November 2010
TUGAS 3 MANAJEMEN PROYEK (Softkill)
Ada tiga garis besar untuk menciptakansebuah proyek, yaitu :
1. Perencanaan
Untuk mencapai tujuan, sebuah proyek perlu suatu perencanaan yang matang. Yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan.Tujuanny a agar memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya dan keselamatan kerja. Perencanaan proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area manajemen proyek (biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya, lingkungan, resiko dan sistem informasi.).
2. Penjadwalan
Merupakan implementasi dari perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, material), durasi dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. Proses monitoring dan updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis agar sesuai dengan tujuan proyek. Ada beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning dan waktu dan durasi kegiatan. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar proyek tetap berada dijalur yang diinginkan.
3. Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek. Tujuan utama dari utamanya yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek yaitu optimasi kinerja biaya, waktu , mutu dan keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian yaitu berupa pengawasan, pemeriksaan, koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
MANAJEMENT RESIKO PROYEK
Manajemen resiko adalah proses sistematik dari perencanaan, identifikasi, analisis, pemberian respon, dan pengawasan dari resiko proyek2. Manajemen resiko melibatkan proses-proses, alat-alat, dan teknik-teknik yang akan membantu manajer memaksimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian positif dan meminimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian negatif. Manajemen-resiko proyek paling efektif dilakukan pada awal dari suatu proyek dan bertanggung jawab terus menerus selama proyek berlangsung. Pengukuran resiko didasarkan pada perbedaan yang muncul antara performa yang telah direncanakan dengan performa yang sebenarnya dibandingkan terhadap indikator/ukuran performa.
Manajemen resiko meliputi 6 cara mengatur respon-respon dari setiap resiko3, yaitu :
•
mengenali kriteria pencegahan untuk meminimalkan resiko
•
mengimplementasikan rencana-rencana yang mungkin untuk menghitung resiko
•
mengurangi keraguan melalui investigasi dengan informasi yang berguna
•
mengalihkan resiko ke aset yang lain
•
alokasi resiko ke dalam persetujuan kontrak
•
mengatur kemungkinan untuk mengalokasikan anggaran
Suatu organisasi perlu memiliki fungsi penerapan manjemen resiko penggunaan sistem informasi dalam suatu organisasi yang melibatkan pihak-pihak yang meiliki resiko dan yang memantau suatu resiko serta yang melakukan test dan verifikasi
Suatu organisasi perlu memiliki kebijakan bahwa identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko setiap aktivitas secara periodik yang dilakukan oleh lembaga yang dibuat seperti Satuan Kerja Manajemen Resiko bekerjasama dengan satuan penyelenggara informasi dan satuan kerja pengguna informasi. Pelaksannan pengelolaan resiko tetap merupakan tanggung jawab dari tim kerja atau petugas yang melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,oleh karena itu suatu manajemen informasi wajib memastikan pemantauan yang memadai dan pealporan mengenai aktivitas terkait informasi dan resikonya
Jenis resiko :
- teknologi : pengiriman perangkat yang terlambat, banyaknya report tentang error.
- SDM : moral yang rendah, situasi tim, kekosongan pekerjaan.
- Organisasi : situasi system organisasi.
1. Perencanaan
Untuk mencapai tujuan, sebuah proyek perlu suatu perencanaan yang matang. Yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan.Tujuanny
2. Penjadwalan
Merupakan implementasi dari perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, material), durasi dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. Proses monitoring dan updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis agar sesuai dengan tujuan proyek. Ada beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning dan waktu dan durasi kegiatan. Bila terjadi penyimpangan terhadap rencana semula, maka dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar proyek tetap berada dijalur yang diinginkan.
3. Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek. Tujuan utama dari utamanya yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek yaitu optimasi kinerja biaya, waktu , mutu dan keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian yaitu berupa pengawasan, pemeriksaan, koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
MANAJEMENT RESIKO PROYEK
Manajemen resiko adalah proses sistematik dari perencanaan, identifikasi, analisis, pemberian respon, dan pengawasan dari resiko proyek2. Manajemen resiko melibatkan proses-proses, alat-alat, dan teknik-teknik yang akan membantu manajer memaksimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian positif dan meminimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian negatif. Manajemen-resiko proyek paling efektif dilakukan pada awal dari suatu proyek dan bertanggung jawab terus menerus selama proyek berlangsung. Pengukuran resiko didasarkan pada perbedaan yang muncul antara performa yang telah direncanakan dengan performa yang sebenarnya dibandingkan terhadap indikator/ukuran performa.
Manajemen resiko meliputi 6 cara mengatur respon-respon dari setiap resiko3, yaitu :
•
mengenali kriteria pencegahan untuk meminimalkan resiko
•
mengimplementasikan rencana-rencana yang mungkin untuk menghitung resiko
•
mengurangi keraguan melalui investigasi dengan informasi yang berguna
•
mengalihkan resiko ke aset yang lain
•
alokasi resiko ke dalam persetujuan kontrak
•
mengatur kemungkinan untuk mengalokasikan anggaran
Suatu organisasi perlu memiliki fungsi penerapan manjemen resiko penggunaan sistem informasi dalam suatu organisasi yang melibatkan pihak-pihak yang meiliki resiko dan yang memantau suatu resiko serta yang melakukan test dan verifikasi
Suatu organisasi perlu memiliki kebijakan bahwa identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko setiap aktivitas secara periodik yang dilakukan oleh lembaga yang dibuat seperti Satuan Kerja Manajemen Resiko bekerjasama dengan satuan penyelenggara informasi dan satuan kerja pengguna informasi. Pelaksannan pengelolaan resiko tetap merupakan tanggung jawab dari tim kerja atau petugas yang melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,oleh karena itu suatu manajemen informasi wajib memastikan pemantauan yang memadai dan pealporan mengenai aktivitas terkait informasi dan resikonya
Jenis resiko :
- teknologi : pengiriman perangkat yang terlambat, banyaknya report tentang error.
- SDM : moral yang rendah, situasi tim, kekosongan pekerjaan.
- Organisasi : situasi system organisasi.
Rabu, 17 November 2010
TUGAS 2 MANAJEMEN PROYEK (Softkill)
Soal
1. Jelaskan penggunaan metode critical path methods (CPM) dalam penyelesaian proyek.
2. Jelaskan prinsip dari metode PERT dalam penyelesaian manajemen proyek.
3. Bagaimana mengurangi risiko yang timbul dalam pelaksanaan proyek.
jawab
1. Penggunaan CPM (Critical Path Method)
Melakukan penjadwalan berdasarkan waktu yang (dianggap) pasti yang artinya dimana setiap pengerjaan proyek yang akan dilakukan terdapat adanya rencana pembangunan atau planing rencana penyelisaian proyek dan di selesaikan tepat waktu sesuai rencana yang telah di buat.
2. Prinsip dari metode PERT (Project Evaluation and Review Technique)
Menggunakan teori kemungkinan untuk menentukan waktu penyelesaian suatu proyek, arti dari metode PERT ini ialah melakukan pekerjaan atau proyek menggunakan suatu teori kemungkinan untuk memnentukan waktu penyelesaian proyek, dengan melakukan metode ini kita bisa menentukan kapn selsainya proyek yang kita buat agar tidak terjadi suatu kesalahan atau keterlambatan pengerjaan proyek.
3. Cara mengurangi risiko yang timbul dalam pelaksanaan proyek yaitu dengan cara kedua metode CPM dan PERT.
Grammatical dummy
Grammatical dummy diperlukan untuk menghindari kerancuan penyebutan
suatu kegiatan apabila terdapat dua atau lebih kegiatan yang berasal dari
peristiwa yang sama (misalnya i) dan berakhir pada peristiwa yang sama pula
Kejadian (Event): peristiwa dimulai dan berakhirnya suatu pekerjaan
Pekerjaan (Aktivitas) : Peristiwa berlangsungnya suatu pekerjaan
Dummy activity : pekerjaan/aktivitas semu
Gramatical dummy akan memudahkan komputer untuk
membedakan kegiatan satu dengan yang lain. Tapi dalam analisis manual,
grammatical dummy dapat diabaikan.
Penggunaan Event dan Aktivitas:
Untuk suatu pekerjaan biasanya dibuat lebih dahulu urutan-urutan pelaksanaannya
dimana dicantumkan saling hubungan (ketergantungan) setiap bagian dari pekerjaan.
Waktu Kegiatan : Waktu yang diperlukan untuk menyelesaiakan suatu
kegiatan. Dalam PERT digunakan expected time, yang merupakan kombinasi
dari ketiga waktu sebagai berikut :
a. Waktu optimistik (a) : adalah waktu kegiata apabila semua berjalan dengan
lancar tanpa hambatan atau penundaan-penundaan
b. Waktu realistik (m) : waktu kegiatan yang akan terjadi apabila suatu kegiatan
berjalan dengan normal, dengan hambatan atau penundaan yang wajar dan
dapat diter ima
c. Waktu pesimistik (b) : Waktu yang diperlukan untuk menyeleasaikan suatu
pekerjaan, apabila terjadi hambatan atau penundaan yang melebihi
semestinya.
Langganan:
Komentar (Atom)






